Lomba Toet Apam Dharma Wanita Persatuan Kota Sabang sebagai Ajang Pelestarian Budaya
Di Posting Oleh : admin01, Tanggal : Kamis, 17 Oktober 2019 , Kategori : Pemerintahan

Sabang | Kamis, 17 Oktober 2019
Lomba Toet Apam dilingkungan Dharma Wanita Persatuan Kota Sabang hari ini di gelar. Kegiatan yang berlangsung di halaman pendopo walikota Sabang secara resmi di buka oleh ibu Sekda Kota Sabang Cut Asriani.Kegiatan Toet Apam ini mengambil tema mari kita kembangkan budaya tradisi toet apam yang menjadi warisan leluhur.

Dalam sambutannya Sebagai Ketua DWP Kota Sabang Cut Asriani mengatakan bahwa even Toet Apam ini akan dijadikan even tahunan sebagai upaya untuk menumbuhkan rasa cinta budaya pada adat istiadat Aceh dan berharap even ini menjadi salah satu even wisata budaya.

Pada even yang diikuti oleh hampir seluruh OPD di Kota Sabang, bernomor urut 17 DW Bappeda Kota Sabang turut andil menjadi salah satu regu peserta di Lomba Toet Apam ini. Dengan peserta yang di batasi hanya tiga orang, DW Bappeda kota Sabang pada acara ini diwakili oleh Nyonya Syamsuar, Nyonya Domi Yasin dan Nyonya Khadafi.

Dan selaku Ketua DW Bappeda Kota Sabang, Nyonya Faisal Azwar, S.T., M.T., Fitriati, A.Md., dalam tanggapannya diadakan acara ini mengatakan bahwa harapannya digelar acara ini bertujuan untuk melestarikan budaya-budaya positif yang ada di dalam masyarakat Aceh yang mulai tergerus jaman. 

Dalam adat Aceh sendiri kegiatan Toet Apam ini mendapat tempat yang khusus, hal ini ditandai dengan adanya sebutan ‘Buleun Apam’ untuk salah satu nama penanggalan dalam bulan-bulan di Aceh.

Dahulu, dalam ‘beuleun apam’ ini biasanya tradisi toet apam ini dilakukan oleh sebahagian besar masyarakat Aceh yang sering disebut dengan ‘Khanduri Apam’ atau membagi bagikan penganan Apam ini kepada tetangga, kerabat serta handaitaulannya sebagai bentuk jalinan sosial yang tinggi dalam budaya Aceh yang bernilai sedekah dalam anutan budaya yang islami namun budaya ini belakangan sudah jarang ditemui.

Dengan adanya acara-acara semacam ini diharapkan akan menggugah dan memotifasi generasi sekarang khususnya kalangan muda millenial untuk terus tetap melestarikannya sebagai khasanah adat yang mempunyai nilai nilai luhur.

Diakhir acara yang digelar satu hari ini keluar sebagai pemenang adalah peserta dari DW Sekretariat Daerah Kota Sabang sebagai juara pertama dan posisi kedua ditempati oleh DW Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Sabang yang disusul oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Sabang di posisi ketiga. Demikian.
(ONe)